Artikel, psikologi

Game Reflect Reality

Nemuin pertanyaan menarik di Quora “Does a habit in video game reflect reality?” Pertanyaan yg klise & mungkin banyak orang menjawab ‘gak ada relevansinya antara bermain game & realitas seseorang’.

Ups, tunggu dulu bro.

Salah satu jurnal international dari Josef-Florian Micallef terkait Play, Effect, Reflect A phenomenological study of reflective self-consciousness in players’ experiences of digital games mengatakan kalau bahwa pemikiran kita, kebiasaan & apa yang kita lakukan pada sebuah game mencermikan banyak hal dalam realita tanpa kita sadari. Bahkan jurnal itu juga menyebutkan bahwa selain entertain, game juga dapat digunakan untuk self-exploration atau personal development.

Nah karena di kantor Jagoan Hosting saat ini lagi hits game DoTA (Defence of The Ancient), maka layak untuk bahas bagaimana gameplay & apa yang bisa kita pelajari dari game ini 🙂

Oke, DoTA adalah game multiplayer online battle arena atau yg disingkat MOBA & dimainkan 5 vs 5. Dimana team pertama yang berhasil menghancurkan homebase lawan akan menjadi pemenangnya. 1 Team terdiri 5 orang, dengan komposisi ideal seperti ini 1 midlane, 1 carry, 1 offlaner & 2 support. Pada game ini tersedia 115 hero & banyak item yang bisa dikombinasikan. Setiap hero memiliki counter atau lemah terhadap hero/item tertentu, sehingga membuat banyak strategi yang bisa dilakukan untuk mengalahkan hero lawan tersebut.

Nah untuk mencapai kemenangan, maka berikut hal-hal basic pada DoTA yang mengajarkan kita banyak hal dalam membangun team untuk mencapai goals/target. Yuk, kita bahas satu-satu

  • Pembagian role

Pembagian role yang tepat pada team kita sesuai dengan karakteristik & kemampuan personal akan memudahkan kita untuk mencapai kemenangan. Kalau pada perusahaan, maka disinilah peran Human Capital 🙂

  • Pemilihan Hero (Pick & Banned)

Merupakan tugas captain untuk melakukan pick / memilih hero untuk teamnya & melakuka banned / menghapus hero supaya tidak dipilih oleh musuhnya. Seorang captain harus mengetahui kemampuan dari teamnya sendiri maupun team lawan. Sehingga bisa dengan bijak melakukan pick & banned yang menentukan strategi yang digunakan dalam game nantinya.

  • Koordinasi pembelian item

Yap, ketika game berjalan, seorang captain terus melakukan koordinasi untuk teamnya melakukan pembelian item-item tertentu. Pemilihan item yang tepat akan memudahkan alur serangan ataupun kemampuan bertahan dari team. Sebagai contoh ketika team lagi terdesak & maka membeli item heal untuk team tetap bisa survive merupakan pilihan yang bijak. Sama pentingnya pada strategi perusahaan dalam membekali karyawannya dengan resource yang mumpuni.

  • Formasi dalam menyerang/bertahan

Captain biasanya merupakan seseorang yang menjalankan role support, karena captain akan menentukan area mana yang akan kita lakukan serangan atau memutuskan bertahan pada tower tier tertentu. Sehingga membeli item-item support seperti ward untuk vision atau smoke untuk menginisiasi serangan. Termasuk juga, target lawan yang harus di disable terlebih dahulu ketika perang terjadi. Tugas captain berikut pada sebuah perusahaan mirip dengan manajemen, dimana mengarahkan teamnya untuk melakukan strategi A, B, C atau D dengan melihat kondisi & resource yang ada.

So, saya setuju banget ketika game digunakan untuk self-exploration & personal development. Dimana melatih strategic thinking, patience untuk memilih waktu yang tepat, menyampaikan & mencoba implementasi ide-ide dari imajinasi kita.

Oke, sekian dulu ya tulisan tentang game ini. Next artikel mungkin saya akan bahas beberapa analisa dari teman-teman & bagaimana relasinya dengan realitas mereka. Caaaooo

Share This!!

One Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons